|
Nomor:
U-634/MUI/X/1997 |
|||
|
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, |
|||
|
MENIMBANG : |
|||
|
1.
|
Banyaknya
permohonan untuk mendapatkan fatwa dan penyelesaian masalah yang berhubungan
dengan hukum Islam yang diajukan oleh masyarakat kepada Majelis Ulama
Indonesia. |
||
|
2.
|
Bahwa
untuk mendapatkan fatwa atau jawaban atas permasalahan yang berhubungan
dengan hukum Islam itu perlu adanya peningkatan mekanisme kerja Komisi Fatwa
Majelis Ulama Indonesia dan ditetapkannya pedoman kerja Komisi Fatwa. |
||
|
3.
|
Bahwa
untuk memperlancar mekanisme kerja Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia perlu
dibentuk Tim Khusus yang bertugas menyeleksi permasalahan-perrnasalahan yang
perlu diajukan kepada Komisi Fatwa dan merumuskan hasilnya. |
||
|
4.
|
Bahwa
nama-nama yang tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini dipandang mampu
untuk melaksanakan tugas sebagai Tim Khusus. |
||
|
MENGINGAT : |
|||
|
Pedoman
Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Serta Program Kerja MUI Periode 1995 - 2000. |
|||
|
MEMUTUSKAN |
|||
|
MENETAPKAN : |
|||
|
Surat
keputusan dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia tentang mekanisme kerja Komisi Fatwa Mejelis Ulama
Indonesia. |
|||
|
PERTAMA : |
|||
|
Penyeleksian Masalah : |
|||
|
1. |
Setiap
surat masuk ke Komisi Fatwa yang berisi permintaan fatwa atau masalah hukum
Islam dicatat dalam buku surat masuk, dilengkapi dengan asal (pengirim) dan tanggal surat, serta pokok masalahnya. |
||
|
2. |
Semua
surat masuk diseleksi oleh Tim Khusus untu ditentukan klasifikasinya: |
||
|
|
a. |
Masalah
yang layak dibawa ke dalam Rapat Komisi Fatwa. |
|
|
|
b. |
Masalah
- masalah yang dikembalikan ke MUI Daerah Tingkat I. |
|
|
|
c. |
Masalah-masalah
yang cukup diberi jawaban oleh Tim Khusus. |
|
|
|
d. |
Masalah-masalah
yang tidak perlu diberi jawaban |
|
|
3. |
a. |
Masalah
sebagaimana dimaksud dalam point 2, dilaporkan kepada Ketua Komisi Fatwa
untuk ditetapkan waktu pembahasannya sesuai dengan hasil seleksi dari Tim
Khusus. |
|
|
|
b. |
Setelah
mendapat kepastian waktu, masalah tersebut dilaporkan ke sekretariat MUI
untuk dibuatkan undanga rapat. |
|
|
4. |
Masalah
sebagaimana dimaksud dalam point 2, dilaporkan kepada Sekretariat MUI untuk
dibuatkan surat pengirimannya. |
||
|
5. |
a. |
Masalah
sebagaimana dimaksud dalam point 2, dibuatkan/dirumuskan jawabannya oleh Tim
Khusus. |
|
|
|
b. |
Jawaban
sebagaimana dimaksud point 5.a dilaporkan dikirimkan kepada sekretariat MUI
untuk dibuatkan surat pengirimannya kepada yang bersangkutan. |
|
|
6. |
Tim
Khusus terdiri atas ketua, sekretaris, dan anggota yang berasal dari unsur
Pengurus Harian dan Pengurus Komisi Fatwa MUI sebagaimana terlampir. |
||
|
K E D U A : |
|||
|
Prosedur Rapat
: |
|||
|
1. |
Ketua
Komisi Fatwa, atau melalui rapat Komisi, berdasarkan pertimbangan dan Tim
Khusus, menetapkan prioritas masalah yang akan dibahas dalam rapat Komisi
Fatwa serta menetapkan waktu pembahasannya. |
||
|
2. |
Ketua
Komisi, atau melalui rapat Komisi, dapat menunjuk salah seorang atau lebih
anggota Komisi untuk membuat makalah mengenai masalah yang akan dibahas. |
||
|
3. |
Undangan
rapat Komisi, pokok masalah yang akan dibahas, dan makalah (jika ada) sudah
harus diterima oleh anggota Komisi dan peserta rapat lain (jika ada) selambatlambatnya
tiga hari sebelum tanggal rapat. |
||
|
4. |
Peserta
rapat Komisi Fatwa terdiri atas anggota Komisi dan peserta lain yang
dipandang perlu. |
||
|
5. |
Rapat
Komisi Fatwa dipimpin oleh Ketua Komisi atau Wakilnya. |
||
|
6. |
Rapat
Komisi Fatwa dinyatakan sah jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah
dan peserta yang diundang rapat atau jika dipandang telah memenuhi quorom
oleh peserta yang hadir. |
||
|
7. |
Hasil
rapat Komisi Fatwa dicatat oleh Sekretaris Komisi Fatwa. |
||
|
K E T I G A : |
|||
|
Keputusan Fatwa: |
|||
|
1. |
Hasil
rapat Komisi Fatwa dirumuskan menjadi Keputusan Fatwa oleh Tim Khusus,
kemudian ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Komisi. |
||
|
2. |
Keputusan
Fatwa sebagaimana dimaksud point I dilaporkan kepada Dewan
Pimpinan/Sekretariat MUI untuk kemudian ditanfizkan dalam bentuk Surat
Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia. |
||
|
3. |
Setiap
Surat Keputusan Fatwa-MUI yang ditanfizkan diberi nomor dan ditandatangani
oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Ketua Komisi Fatwa MUI. |
||
|
4. |
Surat
Keputusan Fatwa-MUI dikirim kepada pihak-pihak terkait dan seluruh anggota
Komisi Fatwa, serta MUI Daerah Tingkat I. |
||
|
5. |
Putusan
dipublikasikan pula melalui Mimbar Ulama dan penjelasannya dalam bentuk
artikel. |
||
|
K E E M PA T : |
|||
|
Tim Khusus Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia : |
|||
|
Mengangkat
nama-nama sebagaimana dalam lampiran Surat Keputusan ini sebagai Tim Khusus
Komisi Fatwa. |
|||
|
K E L I M A : |
|||
|
Surat
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bila
dikernudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan
pembetulan sebagaimana mestinya. |
|||
|
|
Ditetapkan
di :
JAKARTA Pada
tanggal : 27 Oktober 1997 |
||
|
DEWAN
PIMPINAN |
|||
|
Ketua
Umum, ttd. |
Sekretaris
Umum, ttd. |
||
K.H. HASAN BASRI |
DRS. H.A. NAZRI ADLANI
|
||
|
L a m p
i r a n : |
Surat
Keputusan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia No.:U-634/MUI/X/97 Tanggal 27 Oktober 1997 tentang
daftar nama-nama anggota Tim Khusus Komisi Fatwa MUI. |
|
No. |
N
a m a |
Jabatan
di MUI |
Tugas
pada Tim Khusus |
|
1. |
KH.Ma’ruf
Amin |
Wk.Ketua
Komisi Fatwa |
Ketua (merangkap
anggota) |
|
2. |
Drs.Hasanudin |
Sekr.Komisi
Fatwa |
Sekretaris (merangkap
anggota) |
|
3. |
Drs.H.A.Nazri
Adlani |
Sekum
MUI |
Anggota |
|
4. |
Drs.H.M.Ichwan
Sam |
Sekretaris
MUI |
Anggota |
|
5. |
DR.H.M.Anwar
Ibrahim |
Anggota
Komisi Fatwa |
Anggota |
|
6. |
KH.Ali
Mustafa Ya’cub, MA |
Anggota
Komisi Fatwa |
Anggota |
|
7. |
Afwan
Faizin,S.Ag. |
Pembantu Sekretaris Komisi Fatwa |
Anggota |
|
|
DEWAN PIMPINAN |
|
Ketua
Umum, |
Sekretaris
Umum, |
K.H. HASAN BASRI |
DRS. H.A.
NAZRI ADLANI
|