|

|
|
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 18 TAHUN 2003
TENTANG
BEBAS
VISA KUNJUNGAN SINGKAT
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA,
|
|
Menimbang :
|
|
|
|
|
a.
|
bahwa setiap orang asing yang masuk wilayah negara
Republik Indonesia wajib memiliki Visa, kecuali bagi orang asing warga
negara dari negara-negara tertentu yang bermaksud mengadakan kunjungan ke
Indonesia berdasarkan asas manfaat, saling menguntungkan dan tidak
menimbulkan gangguan keamanan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang
Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian;
|
|
|
b.
|
bahwa pengecualian dari kewajiban memiliki visa
sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditentukan dengan Keputusan Presiden
sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 7 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 9
Tahun 1992 tentang Keimigrasian;
|
|
|
c.
|
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Bebas Visa
Kunjungan Singkat;
|
|
Mengingat :
|
|
|
|
|
1.
|
Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;
|
|
|
2.
|
Undang-undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian (Lembaran
Negara tahun1992 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3474);
|
|
|
3.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1994 tentang Visa,
Izin Masuk, dan Izin Keimigrasian (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor
55,Tambahan lembaran Negara Nomor 3563);
|
|
|
4.
|
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun
1983 tentang Kebijaksanaan Pengembangan Kepariwisataan sebagaimana telah
diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 1986;
|
|
MEMUTUSKAN
:
|
|
Menetapkan
:
|
KEPUTUSAN
PRESIDEN TENTANG BEBAS VISA KUNJUNGAN SINGKAT.
|
|
|
Pasal
1
|
|
|
Dalam Keputusan Presiden ini yang dimaksud dengan :
|
|
|
1.
|
Bebas Visa Kunjungan Singkat adalah kunjungan tanpa
Visa yang diberikan sebagai pengecualian bagi orang asing warga negara dari
negara-negara tertentu yang bermaksud mengadakan kunjungan ke Indonesia
dalam rangka berlibur, kunjungan sosial budaya, kunjungan usaha dan tugas
pemerintahan.
|
|
|
2.
|
Menteri adalah Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.
|
|
|
3.
|
Tempat Pemeriksaan Imigrasi adalah pelabuhan laut,
bandar udara, atau tempat-tempat lain yang ditetapkan oleh Menteri sebagai
tempat masuk dan keluar wilayah negara Republik Indonesia.
|
|
|
4.
|
Visa Kunjungan Saat Kedatangan adalah Visa yang
diberikan oleh Pejabat Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi pada saat
kedatangan kepada orang asing warga negara tertentu yang bermaksud
mengadakan kunjungan ke Indonesia yang tidak mendapat fasilitas Bebas Visa
Kunjungan Singkat.
|
|
|
Pasal
2
|
|
|
(1)
|
Bebas Visa Kunjungan Singkat sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1 angka 1 diberikan semata-mata untuk kepentingan kunjungan berdasarkan
asas manfaat, saling menguntungkan, dan tidak menimbulkan gangguan
keamanan.
|
|
|
(2)
|
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
berlaku juga bagi orang asing warga negara dari negara tertentu yang
melakukan kerja sama bilateral atau multilateral berdasarkan asas timbal
balik atau resiprokal dengan pemerintah Indonesia.
|
|
|
Pasal
3
|
|
|
Orang asing warga negara dari negara tertentu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) adalah warga negara dari negara
:
|
|
|
a.
|
Thailand;
|
|
|
b.
|
Malaysia;
|
|
|
c.
|
Singapura;
|
|
|
d.
|
Brunei Darussalam;
|
|
|
e.
|
Phillipina;
|
|
|
f.
|
Hongkong Special Administration Region (Hongkong SAR);
|
|
|
g.
|
Macao Special Administration Region (Macao SAR);
|
|
|
h.
|
Chili;
|
|
|
i.
|
Maroko;
|
|
|
j.
|
Turki; dan
|
|
|
k.
|
Peru.
|
|
|
Pasal
4
|
|
|
Orang asing warga negara dari negara sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 dapat masuk dan keluar wilayah negara Republik Indonesia
melalui semua Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
|
|
|
Pasal
5
|
|
|
Bebas Visa Kunjungan Singkat sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 dapat diberikan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari dengan ketentuan :
|
|
|
a.
|
Tidak dapat diperpanjang masa berlakunya, dan
|
|
|
b.
|
Tidak dapat dialihstatuskan menjadi izin keimigrasian
lainnya.
|
|
|
Pasal
6
|
|
|
Orang asing warga negara dari negara lain yang tidak
mendapat fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat dapat diberikan Visa Kunjungan
Saat Kedatangan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
|
|
|
Pasal
7
|
|
|
Pada saat Keputusan Presiden ini mulai berlaku,
ketentuan yang mengatur mengenai keimigrasian dalam Keputusan Presiden
Nomor 15 Tahun 1983 tentang Kebijaksanaan Pengembangan Kepariwisataan
sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 1986
dinyatakan tidak berlaku.
|
|
|
Pasal
8
|
|
|
Segala kontrak yang telah disepakati dan ditandatangani
antara penyelenggara tour Indonesia dengan penyelenggara tour asing dalam
rangka kepariwisataan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 1983
sebelum berlakunya Keputusan Presiden ini, tetap berlaku paling lama 6
(enam) bulan sejak berlakunya Keputusan Presiden ini.
|
|
|
Pasal
9
|
|
|
Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.
|
|
|
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 31 Maret 2003
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MEGAWATI
SOEKARNOPUTRI
|
|
Salinan
sesuai dengan
aslinya
SEKRETARIAT KABINET RI
Kepala Biro
Peraturan
Perundang-undangan
II,
ttd.
Edy Sudibyo
|
|
|
|
|
|