Bentuk: UNDANG-UNDANG (UU)

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Nomor: 10 TAHUN 1958 (10/1958)

Tanggal: 6 MARET 1958 (JAKARTA)

Sumber: LN 1958/22; TLN NO. 1551

Tentang: PENGESAHAN PERSETUJUAN-PERSETUJUAN PENGUBAHAN DAN TAMBAHAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN EXPORT-IMPORT BANK OF WASHINGTON

Indeks: REPUBLIK INDONESIA. EXPORT-IMPORT BANK OF WASHINGTON.


Presiden Republik Indonesia,

Menimbang:

bahwa tiap-tiap persetujuan yang dibuat dengan Export-Import Bank of Washington sebagai pelaksanaan pemberian kredit, yang berjumlah setinggi-tingginya 100 (seratus) juta dollar Amerika Serikat dari Bank tersebut, masih harus mendapat pengesahan lebih dahulu dari Dewan Perwakilan Rakyat;

Mengingat:

Pasal-pasal 89 dan 118 ayat 1 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia, REFR DOCNM="50uu008" TGPTNM="ps2(2)">pasal 2 ayat 2 Undang-undang No. 8 tahun 1950, REFR DOCNM="51uu011">Undang-undang No. 11 tahun 1951, Undang-undang REFR DOCNM="53uu020">No. 20 tahun 1953 dan Undang-undang REFR DOCNM="54uu035">No. 35 tahun 1954;


Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN PERSETUJUAN-PERSETUJUAN PERUBAHAN DAN TAMBAHAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN EXPORT-IMPORT BANK OF WASHINGTON.

Pasal 1.

Persetujuan perubahan yang dibuat antara Republik Indonesia dengan Export-Import Bank of Washington tertanggal 21 Juni 1956 dan persetujuan-persetujuan perubahan dan tambahan yang dibuat antara Republik Indonesia dengan Export-Import Bank of Washington tertanggal 23 Agustus 1956, tertanggal 17 Desember 1956 dan 3 Mei 1957 yang disertakan sebagai lampiran-lampiran pada undang-undang ini, dengan ini disahkan.

Pasal 2.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.


Disahkan di Jakarta,
pada tanggal 6 Maret 1958.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ttd.

SUKARNO.

MENTERI KEUANGAN,
ttd.

SUTIKNO SLAMET.

Diundangkan
pada tanggal 7 Maret 1958.
MENTERI KEHAKIMAN,
ttd:

G.A. MAENGKOM.